Mashlahatul Hidayah – Muhadarah Malam Rabu dalam rangkaian Pondok Ramadhan 1447 H kembali menghadirkan semangat kompetisi yang sehat dan membangun di Musholla Al-Kautsar.
Tidak hanya menjadi ruang aktualisasi retorika dan kepemimpinan, kegiatan ini secara resmi menjanjikan reward sebagai bentuk apresiasi atas kesungguhan santri dalam berbagai aspek pembinaan.
Pada pelaksanaan kali ini, panitia menobatkan tiga peserta terbaik sementara dalam beberapa bidang strategis, yakni ubudiyah, kebersihan, dan talent muhadarah. Alifia Ardila dinilai unggul dalam bidang ubudiyah atas kedisiplinan dan konsistensinya dalam menjalankan amaliyah Ramadhan. Abdullah Faqih meraih apresiasi pada bidang kebersihan sebagai representasi tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan pesantren. Sementara itu, Najwa Hilwa Ronya dinobatkan sebagai peserta terbaik Muhadarah (tahap 1) atas performa retorika, penguasaan materi, serta kualitas penyampaian yang memikat.
Penobatan ini secara langsung diapresiasi oleh Kiai Syamlan, S.Ag., selaku Pengasuh Pondok Pesantren Mashlahatul Hidayah. Beliau menegaskan bahwa penghargaan bukan sekadar simbol, melainkan instrumen pembinaan yang mendorong santri untuk terus meningkatkan kualitas ibadah, kedisiplinan, dan pengembangan bakat.
Khusus pada kategori talent muhadarah, Kiai Syamlan, S.Ag. menentukan langsung peserta terbaik berdasarkan kualitas penampilan dan substansi materi yang disampaikan. Adapun kategori lainnya merupakan hasil rekomendasi para pengurus dari berbagai blok—Barat, Tengah, dan Timur—yang secara kolektif menilai dedikasi serta konsistensi santri di bidangnya masing-masing.
Melalui skema apresiasi ini, Pondok Ramadhan 2026 tidak hanya menjadi ruang pembinaan spiritual, tetapi juga arena pembentukan karakter dan prestasi yang terukur. Reward yang dijanjikan diharapkan menjadi pemantik semangat seluruh santri untuk terus berproses dan berkontribusi secara optimal. [Lely]
Leave a comment
Your email address will not be published. Required fields are marked *