Mashlahatul Hidayah – Upaya peningkatan kualitas bacaan Al-Qur’an santri terus diperkuat dalam rangkaian Pondok Ramadhan 1447 H di Pondok Pesantren Mashlahatul Hidayah (MASDA). Melalui program tahsin yang dibimbing langsung oleh K. Abdin Nuril Mujib, S.Sos., para santri dibina menggunakan metode Jibril sebagai pendekatan utama dalam pembelajaran.
Metode Jibril merupakan metode pembelajaran Al-Qur’an yang menekankan pada pola talaqqi dan musyafahah, yakni guru membacakan ayat dengan tartil dan benar, kemudian santri menirukan secara langsung hingga bacaan sesuai dengan makhraj dan kaidah tajwid. Metode ini meneladani proses turunnya wahyu, ketika Malaikat Jibril menyampaikan ayat kepada Nabi Muhammad ﷺ dengan bacaan yang benar dan terjaga.
Dalam pelaksanaannya, K. Abdin Nuril Mujib menekankan ketepatan makharijul huruf, sifat huruf, panjang pendek bacaan, serta konsistensi irama tartil. Setiap santri dibimbing secara bertahap agar mampu memperbaiki kesalahan bacaan dan meningkatkan kualitas pelafalan secara signifikan.
Beliau menegaskan bahwa tahsin bukan sekadar memperindah suara, melainkan menjaga kemurnian Kalamullah. “Membaca Al-Qur’an dengan benar adalah bentuk adab dan tanggung jawab. Ketelitian dalam setiap huruf adalah wujud penghormatan kita terhadap wahyu,” ungkapnya.
Dengan penerapan metode Jibril ini, diharapkan santri MASDA tidak hanya semakin lancar membaca, tetapi juga memiliki fondasi tajwid yang kuat dan kesadaran spiritual dalam setiap lantunan ayat suci. Pondok Ramadhan pun menjadi momentum pembinaan yang meneguhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus meningkatkan kualitas bacaan secara berkesinambungan. [Lely]
Leave a comment
Your email address will not be published. Required fields are marked *